Kasdim 0824/Jember Buka Ujian Kenaikan Tingkat INKAI Jember, Ajak Katateka Patuhi Protokol Kesehatan

Kasdim 0824/Jember Buka Ujian Kenaikan Tingkat INKAI Jember, Ajak Katateka Patuhi Protokol Kesehatan

JEMBER - Bertempat di Aula Kodim 0824/Jember pada Minggu 27/09/2020 dilaksanakan ujian kenaikan tingkat Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Jember, yang dibuka oleh Kasdim 0824/Jember Mayor Inf Sampak.

Dalam sambutannya Kasdim 0824/Jember Mayor Inf Sampak menyampaikan permohonan maaf Dandim 0824/Jember yang tidak dapat hadir karena ada acara yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga diwakilkan kepada saya

Pada intinya kita mendukung kegiatan ini, karena olah raga merupakan seni ketrampilan olah raga, sehingga perlu latihan dan latihan dalam mengasahnya, sehingga menjadi kareteka yang berprestasi.

Namun demikian kita tetap memberlakukan protokol kesehatan, dan ini juga sudah dilakukan oleh pengurus,   sehingga kegiatan ini kita ijinkan untuk dilaksanakan, untuk itu pada kesempatan ini pada pukul 08.00 Ujian Kenaikan Tingkat INKAI Jember saya nyatakan dibuka. Pungkas Kasdim 0824/Jember.

Sementara itu Janoto penyandang DAN-5 INKAI yang juga sebagai salah satu Perwira TNI AL terebut dalam sambutannya menyampaikan terima kasih, kepada Pengurus Cabang INKAI Jember atas dilaksanakannya ujian semester ini, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bagi karateka ujian seperti ini merupakan bagian daru evaluasi hasil latihan selama ini serta merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya karate itu sendiri.

Menurut Ir. Sujatmiko selaku Ketua Umum INKAI Jember saat diwawancarai jurnalis indonesiasatu menyatakan, bahwa kegiatan ini mestinya dilakukan pada setiap semester, namun karena masa pandemi sehingga untuk semester I/2020 ini baru dapat dilakukan kali ini.

Kita sangat berterima kasih kepada Dandim 0824/Jember yang telah memberikan ijin menggunakan aula ini untuk pelaksanaan Karate, saat ditanyakan peserta ujian, Ir Sujatmiko menjelaskan bahwa secara keseluruhan sebmayak 181 orang anak, dari berbagai tingkatan sabuk, namun kita gilir per warna sabuk, dan yang selesai ujian langsung kita pulangkan, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Tidak itu saja bahkan secara tehnik gerakan juga dilakukan pengaturan jaran dan dilarang bersentuhan, apabila harus melakukan gerakan aplikasi pertarungan, mereka hanya diperbolehkan berhadapan salah satu memukul dan salah satu menangkis, namun tidak bersentuhan. Tegas Ir Sujatmiko. (Siswandi)